(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

Kupas Tuntas Fiqlh Jihad 



Baglan I 



Status Dar dalap. !slam 



■ 






r 



f r 



l-Muh 



r@hImahylLl@lh 




aktabah Jah?zuna 

JumadH UU 1433 H 



** 



WJ&te s, 'i itij 



M' : ' h lahrsiBna 



Bagian 1 




Al-Amir Al-Mujahid Asy-Syahid Abu Abdillah Al-Muhajir rohimahulloh 



Kupas Tuntas Fiqih Jihad 



Bagian Pertama 



Status Dar dalam Islam 




Maklabah Jah!zura 



2 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Judul Asli 

Masailu min Fiqhil Jihad I Ahkamud Dima' 



Penulis 

Al-Amir Al-Mujahid Asy-Syahid Abu Abdillah Al-Muhajir rohimahulloh 

Judul Terjemahan 

Kupas Tuntas Fiqih Jihad 

Bagian Pertama : Status Dar dalam Islam 



Alih Bahasa 

Abu Nabila Farida Muhammad 

semoga Allah menjaganya dan menjaga kedua orang tuanya dengan sebaik-baik pemeliharaan, 

melimpahkan keberkahan dan kebaikan sepanjang umurnya untuk dakwah tauhid waljihad dan 

memilihnya sebagai syuhada atau membebaskannya dari hisab karena hijroh dijalan Alloh 

Artwork, Layout, Editing, Muroja'ah 

Tim Jahizuna Project hatidhohumulloh 

Jazakumulloh atas amaljama'l penuh barokah ini. Seluruh waktu, dana dan kerja keras yang antum 

dermakan akan diganti dengan kebaikan yang berterusan hingga hari akhir, insya Alloh. Hanya Alloh 

yang mengetahui tulus cinta antum padajihad dan mujahidin, manusia hanya mampu menilai dari karya 

yang dilahirkan -lead project 

Publikasi 

Jahizuna Publishing 

www.jahizuna.com | www.facebook.com/jahizuna 

Jumadil Ula 1433 dari hijrah Rasul sholallahu alaihi wassalam 

Maktabah Jahizuna Control Number: node/769 

Signature: E26E 2FA6 565A C20A 531 1 B875 A91 C B6D6 F7C4 2FD3 

Kitab Asli dapat ditemukan di 

MimbarTauhid wal Jihad 
http://www.tawhed.ws/dl?i=7za3aa1a 

Jazakumullah khair bagi siapapun yang turut menanam saham menyebarkan buku ini untuk izzul Islam. Antum 

diperkenankan mengkonversi dengan tormat apapun, publikasi dengan cara sholih apapun, semua atau sebagian 

baik mencantumkan sumber jahizuna maupun tidak tanpa maksud komersil atau kepentingan kelompok. 

HAK TERJEMAHAN PADA PENTERJEMAH, HAK PENERBITAN PADA JAHIZUNA & DILINDUNGI SYARIAT 

ISLAM 



3 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Adakah Gading yang tak Retak? 

Meskipun kami telah sekuat tenaga melakukan editing dan muroja'ah berulang-ulang, sangat 
mungkin masih terdapat cacat penterjemahan. Kami akan sangat berterima kasih jika antum 
bersedia melaporkan temuan kesalahan-kesalahan terjemahan kepada kami. 



Berenang bersama Arus Salafy Jihadi 

Antum dapat mendiskusikan topik ini atau yang lainnya bersama saudara-saudara antum yang 
mulia di forum: 

Berbahasa Indo-Melayu Berbahasa Arab Berbahasa Inggris 

http://at-tawbah.net/vb https://as-ansar.com/vb www.ansarl.info 

http://al-busyro.org/vb https://as-ansar.org/vb https://www.ansarl.info 



4 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Daftar Isi 

Tak Kenal Akhirnya Meremehkan 6 

Profiler Al-Amir Asy-Syahid Asy-Syeikh Abu Abdillah Al-Muhajir 6 

Pernyataan Asy-Syeikh Abu Mus'ab Az-Zarqowy 7 

Kesaksian Abu Sa'id Al-Muhajir 8 

Kalimat-kalimat Emas 9 

1. Universalitas Risalah Muhammad shollallohu alaihi wa sallam 10 

Dalil dalam Al-Qur'an 10 

Dalil dalam As-Sunah An-Nabawiyah 13 

2. Risalah Memecah Manusia Menjadi Dua Kelompok 15 

Dalil dalam Al-Qur'an 15 

Dalil dalam Al-Hadits 16 

3. Demarkasi Akibat Pergolakan antar Dua Kelompok 17 

Keberlangsungan Hukum Hijrah 19 

Larangan Berbaur dengan Orang Musyrik 20 

Definisi Darul Islam 21 

Definisi Darul Kufri wal Harbi 22 

4. Berubahnya Status Darul Islam menjadi Darul Kufri 23 

Hukum Hijrah dari Darul Kufri 25 

5. "Negara Islam" Bani Ubaid di Mesir, Studi Kasus 26 

6. Kesimpulan tentang Status Dar 28 

7. Dakwah Nabi kepada para Penguasa agar Tunduk pada Islam 30 

8. Ijma Ulama atas Wajibnya Memerangi Kafir Harbi 32 

Mendiskusikan Intensitas Operasi Jihad 33 

Darul /Cu/r/adalah Zona Halal 34 

Hukum Diyat atas Muslim yang Terbunuh di Darul Kufri 35 

9. Berlaku Hingga Kiamat 36 

Notasi Editor 37 

Pendalaman, Pembanding dan Pengarah 40 

Referensi Pendalaman 40 

Referensi Pembanding 42 

Rincian Dan Nasehat Berkaitan Muamalah Dengan Orang Kafir Dan Fai 44 



5 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Tak Kenal Akhirnya Meremehkan 



Profiler Al-Amir Asy-Syahid Asy-Syeikh Abu Abdillah Al-Muhajir 




Laqob 



Abu Abdillah Al-Muhajir 



Nama Asli 



Khalid Hasan Banat 



KodeTempur 



As-Suri 



Asal 



Palestina (kabilah Banat) 



Negara Semula 



Suriah 



Tanzhim 



Jama'ah Jundun Anshorulloh sekitar Baitul Maqdis 



Guru-guru yang terkenal 



Syeikh Usamah bin Ladin, Syeikh Abu Hafs Al-Mashri 
rohimahumalloh 



Pengalaman Jihad 



Berjihad selama 40 tahun hingga kesyahidannya. 
Wilayah operasi di Afghanistan, Chechnya, Suriah 
Palestina dan Sudan. 



Kepakaran Bidang Dien 



Hafal Al-Qur'an 
Ushul Fiqih 
Fiqhul Jihad 



Kepakaran Bidang Militer 



Taktik: Taktik Istiyshadiyah, Komandos, Serangan 

berkuda, sel dan gerilya kota. 

Weapon: Rocket propellant 

Engineering: Electric firing device, home made 

height explosive 



Amanat Jabatan 



Gubernur Camp Elite Force AI-Qoidah di Herat 

Afghanistan 

Pasukan internal guard Usamah bin Ladin Sudan 

Proyek jihad bersama Jend. Ibnul Khothob di 

Chechnya 

GubernurCamp Elite Force Al-Faruq Palestina 

Pimpinan proyek terowongan bawah tanah 

Palestina Suriah 



6 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Instruktur bagi AI-Qossam Hamas 

Amir Jama'ah Jundun Anshorulloh 

Dan memimpin pasukan di banyak pertempuran 



Karya llmiah 



Masailu min Fiqhil Jihad 

A'lamus Sunnah Al-Manshuroh Fi Shifatit Thaifah 
Manshuroh 
• Dan berbagai rekaman audio 



Murid yang terkenal Syeikh Abu Mus'ab Az-Zarqowy rohimahulloh 

TempatSyahid Gaza, Palestina di bom oleh Hamas pada tragedi 

Masjid Ibnu Taimiyah. 



Pernyataan Asy-Syeikh Abu Mus'ab Az-Zarqowy 

Pernyataan Al-Amir Al-lsytisyhad Asy-Syahid Asy-Syeikh Abu Mus'ab Az-Zarqowy 

rohimahulloh tentang kepakaran ilmu dien dan ilmu kemiliteran beliau. 

"Ketika kami bebas dari penjara, kami pergi ke Afganistan sekali lagi, di sana kami bertemu 
dengan Asy-Syeikh Abu Abdillah Al-Muhajir. Kemudian terjadi diskusi antara kami mengenai 
hukum operasi memburu syahid dan Syeikh berpendapat membolehkan tentang perkara ini. 
Saya kemudian mentelaah karya-karya beliau mengenai permasalahan ini dan mendengarkan 
kasetnya yang juga membahas permasalahan tersebut. Maka Alloh melapangkan dadaku 
untuk mengikuti pendapat beliau, bahkan bukan hanya saya menerima pendapat, tetapi lebih 
dari itu saya pun mulai mencintai pendapat ini. Apa yang saya peroleh ini, merupakan 
keberkahan dari Alloh berupa ilmu dan pertemuan dengan ulama yang sesuai dengan 
keahliannya. Bukan hanya penelitian ilmiah, Syeikh pun membangun sebuah kamp pelatihan 
elite force bagi para pemuda di Herat, yakni pelatihan militer komandos selama 10 hari. Pada 
program tadrib ini, beliau mengajarkan hukum operasi memburu syahid ini kepada para 
partisipan dimana kuliah ini memberi efek pengaruh yang besar pada jiwa mereka." 

"Wajib bagi kalian untuk senantiasa mencari bimbingan kepada para ulama mujahidin dan 
para komandan mereka. Inilah Syeikh Usamah bin Ladin yang melihat kalian sedang menjaga 
perbatasan kritis, bahkan beliau bersumpah : Seandainya ia menemukan jalan ke lraq maka 
beliau tidak akan mundur sejengkalpun. Syeikh Aiman Adz-Dzawahiry juga berpandangan 
bahwa "Jihad kalian di Irak adalah sebuah kewajiban". Syeikh Sulaiman Al-Ulwan, Syeikh Abu 
Abdillah al-Muhaiir, Syeikh Abu Laits Al-Liby, Syeikh Abdulloh Rashoud -rahimahulloh-, 
Syeikh Yusuf al-Uyairi -rahimahulloh-, Syeikh Hamd Al-Humaidi dan lain-lain berpandangan, 
jihad di lraq merupakan kewajiban paling prioritas. Fatwa ini berdasar dalil dalam Al-Quran 
dan Sunnah. Maka segala apa yang menyepakatinya dan segala apa yang menyalahinya maka 
kami tolak tersebut dari kalangan ahli ilmu yang lebih alim dari kami dan kalangan manusia, 
walaupun kami telah mengetahui kedudukannya dan ilmunya." 



7 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

"Saya berharap mampu menjelaskan hukum syar'i dengan berbagai pendapat para ulama 
mengenai permasalahan amaliyah istisyhadiyah, dimana permasalahan ini merupakan 
permasalahan hukum Islam kontemporer, dimana banyak juga kaum muslimin yang menjadi 
korban dalam operasi ini dikarenakan kesalahan teknis atau human error. Sebenarnya saya 
tidak bermaksud menerangkan hukum operasi memburu syahid, sebab telah banyak para 
ulama yang membolehkan operasi ini bahkan menyarankannya. Kuliah yang saya sampaikan 
tentang hukum ini, saya ringkas dari penelitian Syeikh kita Al-Mujahid Abu Abdillah Al- 
Muhajir -semoga Allah selalu menjaga dan memeliharanya- . Kita akan hadapkan hukum- 
hukum ini dengan situasi dan kondisi kita untuk keberlangsungan jihad lraq." 



Kesaksian Abu Sa'id Al-Muhajir 



Kesaksian Abu Sa'id Al-Muhajir hafidhohulloh seorang mujahid di sekitar Baitul Maqdis yang 
diterbitkan oleh Forum Anshor Al-Mujahidin: 

Syeikh Asy-syahid Abu Abdillah al muhajir - kama nasabuhu - telah memulai berjihad ketika 
berusia 17 tahun pada waktu itu dia pernah bermimpi bertemu dengan nabi Muhammad 
Shallallahu alaihi wa sallam yang mengendarai kendaraan, maka dibukakanlah pintu 
kendaraan itu oleh beliau supaya dia ikut bersama dengan Rosululloh sedangkan di dalam 
kendaraan tersebut telah ada Abu Bakar, Umar dan Utsman -semoga Alloh meridhoi mereka- 
berkata, "Naiklah bersama kami wahai anakku". 

Syeikh memulai mempelajari ilmu dengan mempelajari Ushuludin , menghapal Al Qur'an al- 
Karim dan mempelajari kitab-kitab Aqidah dari para masyheikh da'wah wal Mujahidin yang 
mana mereka senantiasa menanamkan semangat untuk mencintai jihad dan mujahidin di 
setiap tempat. 

Usia 20 tahun berangkat ke Afghanistan, termasuk angkatan pertama dari orang Arab yang 
pergi ke Afghanistan. Berlatih militer selama enam bulan dan keahliannya pada waktu itu 
ialah mempergunakan RPG, Segala puji bagi Alloh. 

Syeikhpun tidak tidur dalam sehari labih dari tiga jam dan terkadang beliau tidak sempat untuk 
beristirahat karena bekerja keras untuk kepentingan mujahidin. 

Kami ceritakan bahwa Syeikh di dalam pertempurannya yang dialaminya tidak pernah 
meninggalkan para pemuda yang ikut bertempur dengannya. Hubungan beliau dengan para 
anggotanya sangat lekat. Puluhan kali beliau selalu memerintahkan kepada para pemuda 
untuk menembak sembari menunggang kuda. Beliau juga memerintahkan untuk 
mempersiapkan persenjataan hingga dengan ijin Alloh mereka diperintahkan untuk berperang 
pada saatyang tepat. 

Beliau yang paling awal memerangi musuh-musuh Alloh, ikut pula bersamanya puteranya yang 
bernama Abdulloh - rahimahulloh - tidak pernah tertinggal walaupun sehari untuk ikut 



8 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

berjihad melawan musuh-musuh Alloh bersama ayahnya. Sepekan sebelum pertunangan, 
putra beliau merayakannya dengan membunuh orang-orangyahudi . 

Syeikh Abu Abdillah Al-Muhajir sangat senang dengan bergabungnya para pemuda untuk 
berlatih di medan tadrib dalam bersiap di jalan Alloh, dan beliaupun sangat mencintai mereka 
satu-persatu dari pemuda yang bersemangat di jalan Alloh yang melaksanakan tadrib. Beliau 
berkata bahwa keringat dan debu yang menempel pada mereka tidak akan bersatu dengan 
asap api sekalipun! 



Kalimat-kalimat Emas 



Syeikh Abu Abdillah Al-Muhajir rahimahullah pernah berkata: 

"Sesungguhnya kebatilan ini tidak akan lenyap dengan air akan tetapi ia hanya akan lenyap 
dengan darah". 

"Kami menginginkan nyali para pemuda ketika bertempur dan menggelar taktik close combat 
secara terbuka melawan Yahudi". 

"Tidak layak seseorang yang telah diperlihatkan Allah jalan jihad namun kemudian dia goyah. 
Memang ujian yang menimpa mujahid itu lebih beratdari pada selainnya". 



9 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



1. Universalitas Risalah Muhammad shollallohu alaihi wa sallam 



Barang siapa yang memutus hubungan Islam dengan melakukan pengingkaran dari perkara 
Islam di dalamnya atau dia mendebat perkara Islam maka dia kafir dengan kekafiran yang 
besar mengeluarkan dari Islam. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam diutus kepada seluruh 
manusia sampai Alloh memenuhi bumi ini dengan Islam. 

Maka Rosul yang membawa Islam -Muhammad shollallohu alaihi wasallam- telah diutus bagi 
seluruh manusia di manapun dan kapanpun, telah menempatkan d/ennya sebagai dien 
penutup yang menjadi ujian bagi umat sebelumnya. Beliau -Muhammad shollallohu alaihi 
wasallam- diutus kepada bangsa Arab dan ajam (non arab) berkulit putih dan hitam, kepada 
setiap suku dan etnis manusia keturunan Adam, bahkan dia diutus pula kepada manusia dan 
jin di setiap zaman dan tempat tanpa terkecuali. 



Dalil dalam Al-Qur'an 



Alloh berfirman: 



A? 



d^ • :^i*iVi^> uvJiiIJ £s£) Sfi ji b\ o $A tis- p3b! S? ji. . . 

...Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al- 
Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untukseluruh ummat. (QS. Al-An'am: 90) 

Alloh berfirman: 

d\<i :u^jih CjyS\& £1 VJ j* h\ O p\ 'j* <di- d>hj LSj 

Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak 
lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam. (QS. Yusuf : 104) 

Alloh berfirman: 

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta 
alam.(Q.S. Al-Anbiya: 107) 

10 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

...Maha suci Alloh yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia 
menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al-Furqan: 1) 

Alloh berfirman: 

^di% <^ay^> d^J^ jfe 4 >* ^i 4 A "^ ^^ 1 c/t ^ u i A lyt 4* ^^ i* ^ 

/ A A \ • "i "' •*f'' : 

<»AA<p o>^" -^ S W J 
Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da'wahku 
dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan." Al Quran ini tidak lain 
hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui 
(kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi. (QS. Shad: 86-87) 

Alloh berfirman: 
$s VI j* 1*5 4o \ ^> 5>UaJ' t\ djijuj jSjUI ljif- UJ ^-AjU^l iUji^ \j$?<ji$\ al£j OI5 

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan 
pandangan mereka, tatkala mereka mendengarAI Quran dan mereka berkata: "Sesungguhnya 
ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila." Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah 
peringatan bagi seluruh umat. (QS. Al-Qalam: 51-52) 

Alloh berfirman: 

5jiLlj Uj 4lAh U&A. d &* i^ cA 4 Y Y ^ iW^ *P$ ty >* ty 4 Y n ^ '^y^ c$* 

dy <\^> 5>JUJ! Lj aJJ! t\l3 ot V| 

/Wo/ro /re manakah kamu akan pergi? (26) Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi 
semesta alam, (27) (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. 
(28) Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki 
Alloh, Robb semesta alam. (QS. At-Takwir: 26-29) 

Alloh berfirman: 

<^ya :L^ hy& v j-iSi y&'\ *£Jj i>„^j i>44 ^&J 5*if V) iSi&yt Uj 

Don /Com/ f/do/r mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai 
pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada 
mengetahui. (QS. Saba: 28) 

Alloh berfirman: 



11 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

(J. 3* Vi 2_i v o j*)% oij__~-_i siui -3 ^i-i -Lf li^Ji 4_]i j^j ,J] ^ylii 14$ 15 ji 

l-Jly-S^ 5jA_4- j^Lj Oji^lj AjUiSj aJJL; ^ji ^jJl ^l *_J| «Jjijj Jjb IjijT» o __-4j 

Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Alloh kepadamu semua, Yaitu 
Alloh yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain 
Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Alloh dan Rasul- 
Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Alloh dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab- 
kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (QS. Al- A'raaf: 158) 

Alloh berfirman: 

^4iri i£s iiJi p^Ur u _& ja vi <-j-53i ijj/t ^jji ofc*\ uj o ^yi 5JJ1 % £_jlii 5i 

^j aJJ ^i-j c__I__t jli iijilli- O^ d\ ^ yLcJ.1 i^i. -1)1 OU 5JJI oUL _J_ij __Sj 

_J4Ji uu ijJj. 01J 6 jJ__-j j-tl ijibt ou o i___I_-tf J^V°ij oi~xJi jjjt jiiJJ jij 6 jiii 

4y • ^> _.i_*L v_s- iJJi', o £ ^ili 

\ j/ ' ' ' % J " ' ' -J (_ • 

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Alloh hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang 
yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena 
kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh 
maka sesungguhnya Alloh sangat cepat hisab-Nya. Kemudian jika mereka mendebat kamu 
(tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Alloh dan 
(demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang 
telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam." 
Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka 
berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Alloh). Dan Alloh Maha 
Melihatakan hamba-hamba-Nya. (QS. Ali Imran: 19-20) 

Alloh berfirman: 

#A- :d)l / -pJT» c&r*^ <ja Jjs^l (j jisj -X« Ji_4 jjil llo £_A-*yi ^li- i£u j*j 

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima 
(agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 
85) 

Banyak sekali ayat-ayat tentang bab ini yang menerangkan tentangnya dalam kitab Alloh yang 
mulia. 



12 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Dalil dalam As-Sunah An-Nabawiyah 

Dari Jabir bin Abdillah -semoga Alloh meridhoinya- berkata, bersabda Rosululloh shollallohu 
alaihi wa sallam: "Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada para nabi sebelumku; aku 
ditolong dengan gentarnya musuh sejauh sebulan perjalanan, telah dijadikan bagiku semua 
bumi sebagai masjid dan suci, maka di manapun seseorang dari umatku hendak sholat maka 
sholatlah, telah dihalalkan bagiku ghonimah, Nabi terdahulu hanya khusus diutus kepada 
kaumnya sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia, dan aku diberikan hak untuk 
memberikan syafaat." (HR. Bukhari 1/168) 

Dan dalam lafadz Muslim: "Aku diberi lima yang tidak diberikan kepada Nabi sebelumku; 
setiap nabi diutus kepada umatnya khusus, sedangkan aku diutus kepada setiap yang berkulit 
merah dan hitam..." (HR. Muslim 1/371) 

Dan dalam riwayat Abu Hurairoh -semoga Alloh meridhoinya- bahwa Rosululloh shollallohu 
alaihi wa sallam bersabda: "Aku diutamakan atas para nabi dengan enam perkara; aku diberi 
jawami'ul kalim 1 , aku ditolong dengan rasa takut yang menyelimuti musuh, telah dihalalkan 
bagiku ghonimah, telah dijadikan bagiku bumi sebagai tempat yang suci dan tempat bersujud, 
dan aku diutus kepada segenap makhluk seluruhnya dan ditutup kenabian olehku." (HR. 
Muslim 1/370) 

Dan dari Ibnu Umar -semoga Alloh meridhoinya- berkata, bersabda Rosululloh shallallahu wa 
sallam : Aku diberi dengan lima yang tidak diberikan kepada nabi sebelumku; aku diutus 
kepada manusia seluruhnya yang berkulit merah dan hitam, aku ditolong dengan rasa takut 
yang menyelimuti musuhku sejauh perjalanan satu bulan, aku diberi makan dari ghonimah, 
telah dijadikan bagiku bumi sebagai masjid (tempat bersujud) dan bersuci, dan aku diberi hak 
memberikan syafaat kepada umatku di hari kiamat." (Hadits shohih, Al-Mu'jam Al-Kabir 
12/413, hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Dzar Ibnu Abbas, dan dari Ibnu Abi Umamah - 
semoga Alloh meridhoinya- lihat Shohih Ibnu Hiban (14/375) Al-Mustadrak (2/460) Musnad 
Ahmad (1/301, 5/248), Al-Mujam Al-Kabir (8/257, 11/73) dan selain riwayatnya banyak dan 
telah diso/7/7?kan oleh Al-Hakim, Hadits Abu Dzar lihat Majmu Zawaid (1/261,8/259) 

Dan telah bersabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam : "Dan demi jiwaku yang berada di 
tangan-Nya, tidak ada yang mendengar seruan dariku salah seorang dari umat ini Yahudi dan 
tidak pula nashrani lalu mati sedangkan dia tidak beriman kepada apa yang diutus kepadaku 
kecuali dia termasuk penghuni neraka." (HR. Muslim, 1/134) 

An-Nawawi rohimahulloh mengumpulkan tentang hadits ini dan yang semisalnya dengan judul 
: Bab Wajibnya Seluruh Manusia Mengimani Risalah Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa 
sallam dan dihapuskannya semua millah lain dengan millah Muhamad. 



Perkataan yang singkat, padat, kuat dan mudah dipahami. Ibnu Hajar mengatakan; adalah Al-Qur'an ■ 
edt. 



13 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Telah berkata Syaikh Islam Ibnu Taimiyah -semoga Alloh merahmatinya- : Maka Muhammad 
shollallohu alaihi wasallam utusan Alloh kepada segenap tsaqolain; manusia dan jin, dari 
kalangan arab dan non arab, para raja dan orang-orang zuhud, para bangsawan dan rakyat 
jelata. Maka tidak diperkenankan seorangpun untuk keluar dari ajarannya secara bathin atau 
terang-terangan dan tidak boleh keluar dari mengikuti kepada apa-apa yang telah datang dari 
Al-Kitab (Al-Quran) serta As-Sunah secara terperinci maupun global, tidak pula dalam perkara 
ilmu dan amal. (Majmu Fatwa 2/234) 



14 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



2. Risalah Memecah Manusia Menjadi Dua Kelompok 



Sudah menjadi ketetapan taqdir bahwa sikap setiap pengikut Nabi yang telah lalu dalam 
melihat dakwah ini terbagi menjadi dua kelompok yakni: kelompok yang menerima dan 
kelompok yang berpaling, yaitu kelompok orang-orang yang beriman dan kelompok kafirin, 
Alloh menguji sebagian mereka dengan sebagian lain. 

Maka terbagilah makhluk manusia dihadapan dakwah dan risalahnya Muhammad shollallohu 
alaihi wasallam. Sekelompok dari mereka beriman yakni kaum muslimin dan sebagian lainnya 
menginkari, yaitu kelompok kafir dari berbagai etnis, suku dan negara. 



Dalil dalam Al-Qur'an 

Berfirman Alloh: 

4ri :J»Jlfc onl^Jl fcil* oi^Jutljjliili ^j^l j \jjyJ> 6 SHiJl aS 



Dgt/i sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 
"Sembahlah Alloh (saja), dan jauhilah Thaghut itu," Maka di antara umat itu ada orang-orang 
yang diberi petunjuk oleh Alloh dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti 
kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana 
kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An-Nahl: 36) 

Berfirman Alloh : 

Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka 
lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. (QS. Saba: 20) 

Berfirman Alloh: 

4r. :<_ii/>Sfi& DjA^i 



15 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. 
Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Alloh, dan 
mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. (QS. Al-A'raaf: 30). 

Berfirman Alloh: 

Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada 
yang mukmin. dan Alloh maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. At Taghabun: 2) 

Dalil dalam Al-Hadits 



Dan dari Jabir bin Abdillah -semoga Alloh meridhoinya- dari Nabi shollallohu alaihi wasallam: 
Sesungguhnya Alloh ta'ala berfirman; "Dan Muhammad shollallohu alaihi wasallam 
memisahkan antara manusia". (HR. Bukhori 6/2655) 

Akhirnya terbagilah makhluk dengan adanya dakwah Muhammad shollallohu alaihi wa sallam 
yakni muslimin dan kafirin lalu terjadilah permusuhan antara kedua kelompok tersebut. Alloh 
berfirman : 



'■\ >\ ^LJl^ iLi lji* li3 |ylf ^jJl^Jl 01 



Sesungguhnya orang-orang kafiritu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. An-Nisaa' :101) 
Alloh berfirman: 

<^y\ :o\iji\^> Yjy^j lfel£ ii^ tJSj O jyj^\ 'J> %*•& %J $& llki^ jJJlSj 

Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang 
berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. (QS. Al-Furqan: 31) 

Alloh berfirman: 

jjj 6 l^ JjlJl 0>j j* Jl ^ ^ ^lj ^f cj^> \&*J*p^ 3^3 



Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) 
manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain 
perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Robbmu 
menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa 
yang mereka ada-adakan. (QS. Al-An'am: 112) 

16 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

3. Demarkasi Akibat Pergolakan antar Dua Kelompok 

Oleh sebab permusuhan antara dua kelompok inilah orang-orang kafir menjajah dengan 
seluruh kemampuan mereka berupa power dan penguasaan atas kaum muslimin dengan 
berbagai macam bentuk penjajahan untuk merusak dien kaum muslimin dan menjauhkan 
mereka dari dakwah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. 

Maka Alloh memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk keluar dari Makkah -darul kufri- yang 
mana pada waktu itu orang-orang kafir kuat dan berkuasa untuk hijroh ke Madinah dengan 
para penduduknya yang memiliki kekuatan dan perlindungan yang telah berbaiat untuk 
menolong Islam -dengan baiat perang- dengan segala kemampuan yang mereka miliki untuk 
menghadapi lawan baik arab atau non arab. 

Kemudian segera membentuk kekuatan dan mengokohkan kekuasaan mereka secara ril. Maka 
kaum muslimin memiliki teritorial khusus milik mereka yang memisahkan dengan kaum selain 
mereka, sebuah negeri yang dinisbahkan kepada mereka, diterapkan hukum-hukum dien yang 
diridhoi Alloh, dan di negeri ini mereka dapat meninggikan kalimat-Nya. Diwajibkan atas 
semua kaum muslimin untuk berhijrah ke negeri tersebut yakni darul islam. 

Alloh Ta'ala berfirman: 

p ijjii o j$\ j faii',fri:.£ £t\j>ti O °J^t^ jiu U~M ^li 4^j*>Ul ^w^ <j,A 5l 
<^V :^L~Jl|> \jy^> o«.L-j O 14* iiljb dJ^jll O Ly lj>>r^ ^j ^ [y>°} lP 

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri 
sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?" Mereka 
menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat 
berkata: "Bukankah bumi Alloh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?"Orang- 
orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.(QS. 
An-Nissa': 97) 

Telah berkata Abu Saud -semoga Alloh merahmatinya- : *££JUJI filijj OjaII q\ (Sesungguhnya 
orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri) : Penjelasan 
tentang keadaan orang-orang yang duduk-duduk dari hijrah sehingga berimbas pada sikap 
enggan berjihad. Mereka dikatakan mendzalimi diri sendiri karena mereka meninggalkan 
kewajiban hijrah dan lebih memilih untuk tinggal berdekatan dengan orang-orang kafir. Maka 
ayat ini diturunkan bagi orang-orang yang berada di Makkah yang memilih menyerahkan diri 
tidak berhijrah ketika hijrah telah diwajibkan. (Tafsir Abu Saud 2/222) 

Alloh ta'ala juga berfirman: 



17 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

£Lj«! X $ </7 *j ^lllJal Uj yg i j Uil t*fc^!3 ^ L-wC*j (3 ,i |-"*'|j *-Alj-*b UJJSsl^r-S Ijj^Lij b^* /hi^Jl oj. 

<^YY : jLiiSn^ >v^ OjiiiJ tij. SIllj O 3&5 *42jj *£& pi J^ VI jialSl jti^lii ^jJI 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan 
jiwanya pada jalan Alloh dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan 
pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. 
dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban 
sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) Jika mereka 
meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib 
memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu 
dengan mereka. Dan Alloh Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Anfal: 72) 

Telah berkata Al-lmam Ibnu Jarir rohimahulloh, firman Alloh: 

• ijiil ^iilj (dan terhadap orang-orang yang beriman); yaitu orang-orang yang 
membenarkan Alloh dan Rasul-Nya. 

• ijJ^LgJ jy (tetapi belum berhijrah); tidak meninggalkan kaum mereka yang kafir dan 
tidak memisahkan diri dari darul kufri menuju darul Islam. 

• j^So U (maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu); wahai orang-orang yang 

beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya yang telah berhijrah dari kaumnya orang-orang 
musyrik, negeri Makkah telah menjadi darul harbi. 

• p-0^3 J> (melindungi mereka) ; yakni menolong dan menampung mereka... 

• \}'fr^u lp~ j^ <y> (apapun itu sampai mereka mau berhijrah); yakni sampai mereka 
mau meninggalkan darul harbi menuju darul Islam. 

Dan diriwayatkan dari Buraidah -semoga Alloh meridhoinya- berkata : Adalah Rosululloh 
shollallohu alaihi wa sallam jika mengangkat seorang komandan atas suatu pasukan atau 
sariyah (combat patrol), beliau memberinya wasiat secara khusus supaya bertaqwa kepada 
Alloh ta'ala dan memperlakukan anggotanya dengan baik, lalu beliau bersabda: 

"Berperanglah dengan menyebut nama Alloh, dijalan Alloh, perangilah orang-orang yang kafir 
kepada Alloh. Berperanglah, jangan mencuri ghonimah sebelum dibagi, jangan membatalkan 
perjanjian secara sepihak, jangan mencincang mayat musuh dan membunuh anak-anak. Jika 
kamu menemui musuh dari orang-orang musyrik, maka serulah mereka kepada salah satu dari 
tiga pilihan, pilihan mana yang mereka ambil maka terimalah dan tahanlah dirimu dari 
menyerang mereka. Serulah mereka kepada Islam, jika mereka memenuhi seruanmu maka 
terimalah dan jangan memerangi mereka, lalu serulah mereka untuk pindah dari negeri 
mereka ke darul muhajirin (negeri para muhajirin, negeri hijrah) dan beritahukanlah kepada 
mereka bahwa jika mereka melakukannya maka mereka memiliki hak seperti hak orang-orang 

18 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

yang hijrah (muhajirin) dan mereka mempunyai kewajiban sebagaimana kewajiban kaum 
muhajirin. Tetapi apabila mereka menolak dan lebih suka memilih untuk tinggal di tempat 
mereka sendiri, maka katakan pada mereka bahwa mereka akan diperlakukan seperti orang- 
orang Islam Badui, dan berlakulah keatas mereka hukum Alloh seperti yang berlaku atas 
orang-orang mukmin umumnya, yakni mereka tidak akan mendapat bagian dari harta 
ghanimah dan fa'i, kecuali jika mereka ikut berjihad bersama kaum muslimin." (Muslim 
3/1357) 

Dengan demikian, dunia terbagi secara alami dalam melaksanakan perintah Alloh kedalam dua 
dar : darul Islam dan darul kufri. 



Keberlangsungan Hukum Hijrah 



Hijrah ke Madinah secara khusus telah terputus karena fathu Makkah 2 . Namun hukum hijrah 
secara umum tetap berlaku ke darul Islam dari darul kufri karena keumuman dalil-dalil yang 
sudah lalu. 

Telah berkata Imam Ibnu Katsir rohimahulloh tentang ayat 97 dari surat An-Nisaa' : Ayat yang 
agung ini bersifat umum bagi siapa yang menetap di darul kufri namun dia tidak bisa 
menampakkan syiar Islam sedangkan sebenarnya ia mampu berhijrah tapi tidak berhijrah 
maka dia masuk kelompok dialimun linafsihi (menzhalimi diri sendiri). Menetap didalamnya 
adalah keharaman berdasarkan ijma dan nash ini. 

Dan dalam sabdanya : "Tidak hijroh setelah fathu melainkan jihad dan niat". (HR. Bukhori 
3/1025, Muslim 2/986) 

Al-Hafidh Ibnu Hajar -semoga Alloh merahmatinya- berkata: Hukum hijrah tetap berlaku bagi 
siapa saja yang ingin melepaskan diri dari darul kufri dan mampu untuk keluar darinya... 

Dan sabdanya: "Melainkan jihad dan niat", telah berkata At-Thibbii dan yang selainnya: 
Maksud dari hadits ini mengandung konsekuensi menyelisihi hukum yang setelahnya karena 
apa yang sebelumnya, dan maknanya ialah: bahwa hijrah yang artinya berpisah negeri yang di 
maksudkan disini ialah hijrah ke Madinah telah terputus kecuali bahwa memisahkan diri disini 
disebabkan dengan jihad dan niat yang kekal terus-menerus. Begitu pula pemisahan dengan 
sebab niat yang baik seperti lari dari darul kufri, keluar dalam rangka mencari llmu, dan pergi 
karena menjaga dien dari fitnah. (Fathul Bary 2/39) 

Telah berkata Ibnu Al-Arobi rohimahulloh: Hijrah ialah ia keluar dari darul harbi menuju darul 
Islam dan hukum ini wajib pada zaman Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam dan terus 
menerus berlangsung setelahnya karena khawatir atau takut terancam jiwanya. Hukum yang 



Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada hijrah setelah/ot/j" maksudnya tidak ada 
hijrah ke darul Islam Madinah pasca Makkah menjadi darul Islam. 



19 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

terputus adalah hijrah berkumpul dengan Nabi shollallohu alaihi wa sallam pasca fathu 
Makkah. 

Al-Baihaqi berkata: Berkaitan dengan hadits diatas bahwa terputusnya kewajiban hijrah bagi 
penduduk Makkah dan bagi penduduk negeri lainnya setelah negerinya menjadi darul aman 
atau darul Islam. Adapun mereka yang tinggal di darul harbi yang ingin selamat dari fitnah 
pada d/e/inya dan mampu berangkat menuju darul Islam, hendaklah dia hijrah. (As-Sunan Al- 
Kubro, 9/17) 

Singkat kata, dunia terbagi hanya menjadi dua dar. darul Islam dan darul kufri wal harbi. 
Pembagian ini terus-menerus berlaku sebagaimana telah dimaklumi yang menjadi suatu 
kemestian. 



Larangan Berbaur dengan Orang Musyrik 



Ibnul Qoyyim rohimahulloh menjelaskan cakupan fiqih dari hadits Buraidah diatas: 

Dan diantaranya, mesti bagi mereka yang bermukim bersama orang kafir untuk pindah ke 
darul Islam. Jika seluruh penduduk tersebut tunduk pada Islam, maka negara tersebut menjadi 
darul Islam, kaum muslimin tidak perlu untuk hijrah. Pada masa Rosululloh shollallohu alaihi 
wa sallam, darul hijrah adalah darul Islam, kemudian ketika wilayah-wilayah tetangga tunduk 
pada Islam, maka negara tersebut menjadi darul Islam sehingga tidak perlu untuk hijrah 
darinya. (Ahkamun Ahlidz Dzimmah 1/88,89) 

Telah bersabda Rosululloh shallahu alaihi wa sallam: "Alloh tidak akan menerima amalan 
orang musyrik setelah Islam atau orang yang bergabung dengan orang musyrik." (Hasan Al- 
Mustadrak 4/643, Nasai shohih oleh Al-Hakim) 

Telah bersabda Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam: "Barang siapa yang bercampur dengan 
orang-orang musyrik, dan tinggal hidup tenang dengannya, maka dia serupa dengannya." 
(HR. Abu Dawud 3/93, Al-Mu'jam Al-Kabir, 7/251, hadits hasan, lihat Aunul Ma'bud 7/337) 

Al-lmam Abu Dawud rohimahulloh memasukkan tentang hadits ini dalam judul Bab: Tentang 
menetap di negeri syirik, apa yang mesti diperbolehkan bagi seorang muslim? 

Telah disebutkan oleh Al-Majid Ibnu Taimiyah rohimahulloh hadits ini bersama dengan hadits 
yang lain dan diberi judul: Bab kekalnya kewajiban hijrah dari darul harbi ke darul Islam, dan 
tidak ada lagi hijrah untuk penduduk yang negerinya telah menjadi darul Islam. (Nailul 
Author 8/176) 

Bersabda Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam: "Janganlah kalian tinggal bersama 
kaum musyrikin dan jangan berbaur dengan mereka. Maka barang siapa yang tinggal 
bersama mereka atau berbaur dengan mereka, maka dia termasuk golongan mereka." (Hadits 



20 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Hasan, Al-Mustadrok 2/154, Al-Baihaqi, Al-Kubro 9/142, Al-Mu'jam Al-Kabir 7/217, dan 
hadits yang dikeluarkan oleh At-Tirmidzi 4/155, dengan sanad di shahihkan oleh Al-Hakim) 

Bersabda juga Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam : "Saya berlepas diri dari setiap muslim 
yang menetap di antara orang-orang musyrik". Bertanya para sahabat, "Wahai Rosululloh, 
mengapa?" Bersabda beliau shallallahu alaihi wa sallam: Kedua perapiannya tidak bisa 
dibedakan." (Hadits shohih: Riwayat Tirmidzi 4/155, Abu Dawud 3/45, An Nasai Al-Kubro 
4/229, dan hadits Al-Baihaqi Al-Kubro 8/131, 9/142, Al-Mu'jam Al-Kabir 4/114) 

Dan dalam sebuah hadits: "Sesungguhnya Alloh telah memisahkan dua dar: Islam dan kafir, 
maka tidak boleh bagi seorang muslim bertempat tinggal dengan orang kafir di dalam negeri 
mereka hingga jika orang-orang kafir menyalakan perapian, mereka bisa saling melihat." 
(Aunul Ma'bud 7/219) 

Dan bersabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam: "Hijrah tidak akan terputus sampai 
terputusnya taubat -3 kali- dan tidak akan terputus taubat sampai matahari terbit dari barat." 
(Shohih Ad-Darimie 2/312, Al-Baihaqi, Al-Kubro 9/17, Abu Dawud 3/3, Al-Bazzari 3/263, 
Ahmad 4/99, Al-Mu'jam Al-Kabir 19/387) 

Bersabda Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam: "Hijrah tidak akan terputus selama orang- 
orang kafir masih diperangi." (Shohih Ibnu Hibban, 11/207, Al-Baihaqie Al-Kubro 9/17, An- 
Nasai Al-Kubro 4/427, 5/216, Al-Mujam Al-Ausath 1/29, Ahmad 1/192, 5/270) 

Maka yang nampak bahwa yang menjadi awal dari hukum Islam ialah terbaginya dunia - 
dalam hal pelaksanaan perintah Alloh - kepada dua dar : darul Islam dan darul kufri wal harbi. 



Definisi Darul Islam 

Telah berkata Ibnul al-Qayyim rohimahulloh : Telah berkata jumhur ulama, darul islam adalah 
teritorial yang dijadikan tempat tinggal oleh kaum muslimin, berlaku di dalamnya hukum- 
hukum Islam. Teritorial yang tidak berlaku atasnya hukum-hukum Islam tidak bisa disebut 
sebagai darul Islam sekalipun namanya (diklaim) sebagai darul Islam. Inilah yang terjadi pada 
kota Makkah, dia tidak disebut sebagai darul Islam sampai terjadinya Fathul Makkah. (Ahkam 
Ahlidz-Dzimmah 2/728) 

Telah berkata As-Sarkhosi rohimahulloh: Sebuah teritorial beralih menjadi darul Islam secara 
otomatis jika hukum-hukum Islam diterapkan atasnya. (Syarh As-Sair Al-Kabir 5/2197) 

Telah berkata Al-Kasani rohimahulloh: Madzhab kami sepakat bahwa darul kufri secara 
otomatis menjadi darul Islam jika hukum-hukum Islam dilaksanakan didalamnya. (Bada'iul 
Shona'i 7/130) 



21 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Definisi Darul Kufri wal Harbi 



Telah berkata Al-Qadhi Abu Ya'la Al-Hanbali rohimahulloh: Setiap wilayah yang mayoritas 
hukum yang ditegakkan di dalamnya adalah hukum-hukum kafir sedang hukum Islam 
minoritas: maka dinamakan darul kufri. (Al-Mu'tamad dalam Ushul Dien: 276) 

Dan Syaikh Sulaiman bin Sahman rohimahulloh: Adapun pengertian dari negeri kafir (biladul 
kufri), Madzhab Hambali mendefiniskan dengan; darul kufri adalah wilayah yang diterapkan 
undang-undang kufur sedang undang-undang Islam dicampakkan. (Kasyfu al-Auham wal- 
lltibas 94) 

Maka yang terang dari pembatasan definisi darul Islam dan darul kufri wal harbi menurut para 
ulama, bahwa yang menjadi manath 3 hukum disini ialah bentuk hukum yang dinampakkan di 
dalam negeri tersebut. Maka kapanpun hukum Islam ditegakkan disana, status teritorial 
tersebut menjadi darul Islam walaupun mayoritas penduduknya orang-orang kafir. Dan 
kapanpun hukum kafir yang ditegakkan -maksudnya hukum yang ditegakkan di dalamnya 
selain hukum Islam- maka disebut darul kufri wal harbi, walaupun kenyataannya mayoritas 
penduduknya muslim. 



Manath adalah illat yaitu sifat yang tampak dan tetap dalam sebuah hukum atau dengan kata lain 
alasan pensyari'atan, contohnya illat diharamkannya arak adalah memabukkan, illat diharamkannya 
zina adalah merusak keturunan dan seterusnya -edt. 



22 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



4. Berubahnya Status Darul Islam menjadi Darul Kufri 



Adapun mengenai perubahan status darul Islam menjadi darul kufri wal harbi, kami jelaskan: 
sifat dari suatu dar bukan sifat yang menjadi kelaziman yang tetap baku, namun ia dapat 
berubah. Maknanya: bahwa dar kadang-kadang bisa berubah dari satu sifat kepada sifat yang 
lain, maka bisa pada suatu waktu darul kufri menjadi darul Islam, begitu pula darul Islam pada 
suatu waktu menjadi darul kufri. 

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh: Sifat suatu dar bisa saja berubah dari sifat 
darul kafir atau darul Islam atau darul Iman atau darus salam atau darul harbi atau darul 
tho'at atau darul maksiat atau darul mu'minin atau darul fasiqin. Sifat-sifat ini bisa berubah 
dari satu sifat ke sifat lainnya sebagaimana bisa berubahnya seorang kafir menjadi beriman 
dan berilmu serta sebaliknya. (Al-Fatwa 27/45, lihat 18/282-284, 27/143-144) 

Berkata Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahulloh: Kapan saja suatu penduduk negeri murtad 
dan undang-undang bikinan mereka berlaku, maka negeri mereka otomatis berubah menjadi 
darul harbi. Boleh dirampas harta-harta mereka dan ditawan anak-anak mereka setelah 
mereka murtad. Imam boleh memerintahkan untuk memerangi mereka, karena Abu Bakar 
rohimahulloh bersama para sahabat telah memerangi penduduk yang murtad. Semua ini 
karena Alloh ta'ala telah memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir dalam Al-Qur'an 
dan mereka (orang murtad) lebih utama untuk diperangi karena mereka telah meninggalkan 
agama Islam dan sering kali seseorang disangka muslim padahal telah murtad bergabung 
bersama kelompok murtad. Akibatnya bahaya yang ditimbulkan oleh kelompok murtad lebih 
banyak. Untuk memerangi mereka, maka perangilah yang mampu diperangi lebih dahulu, 
kemudian baru target selanjutnya. Kelompok murtad yang terluka boleh dibunuh dan hartanya 
diambil ghonimah. Ini semua adalah pendapatnya Asy-Syafi'i. 

Dan telah berkata Abu Hanitah : Sebuah dar menjadi darul harbi jika terkumpul tiga hal 
berikut: 

1. Dar tersebut berbatasan langsung dengan darul harbi. Antara dar tersebut dengan 
darul harbi tidak diselingi oleh sebuah darul Islam. 

2. Di dar tersebut tidak ada lagi orang Islam yang hidup aman dengan jaminan keimanan 
atau orang kafir diimmi yang hidup aman dengan jaminan diimmah. 

3. Dar tersebut memberlakukan undang-undang buatan. 

Berkata Ibnu Qudamah: Pendapat kami bahwa sebuah teritorial menjadi darul kufri jika 
undang-undang mereka ditegakkan didalamnya. Maka wilayah tersebut telah menjadi darul 
harbi karena telah terkumpul didalamnya sifat-sifat asal dari sebuah darul kufri . (Al-Mughni 
9/25, 26) 



23 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Para pengikut Abu Hanitah rohimahulloh yaitu Muhammad bin Al-Hasan dan Abu Yusuf 
rohimahulloh tidak sependapat dengan Abu Hanifah. 

Berkata As-Sarkhosi rohimahulloh meriwayatkan Abu Yusuf dan Muhammad 

rohimahumalloh: Bila suatu penduduk di teritorial tertentu menerapkan perundang-undangan 
syirik di dalamnya, maka status dar tersebut menjadi darul harbi. Karena status sebuah dar 
ditentukan dengan jenis undang-undang yang berlaku secara mayoritas dan jenis undang- 
undang mana yang paling kuat diterapkan. Jadi sebuah wilayah yang hukum syiriknya lebih 
dominan yang mengindikasikan kekuatan kaum musyrikin lebih besar, maka wilayah tersebut 
menjadi darul harbi. Begitu pula wilayah yang hukum Islam lebih dominan yang 
mengindikasikan kaum muslimin lebih kuat, maka wilayah tersebut adalah darul Islam. (Al- 
Mabsuth 10/114) 

Telah berkata Al-Kasani rohimahulloh,te\ah berkata Abu Yusuf dan Muhammad rohimahulloh: 
Suatu wilayah disebut darul kufri dengan sebab nampaknya supremasi hukum-hukum kafir 
didalamnya. 

Sedangkan pendapat kami (yaitu Al-Kasani): Sebutan darul Islam dan darul kufri disandarkan 
pada Islam atau kafir. Suatu dar disandarkan pada Islam atau kafir karena dengan sebab 
ditampakannya Islam atau kafir didalamnya sebagaimana penamaan surga sebagai darul as- 
salam karena terwujudnya keselamatan di surga dan neraka disebut darul bawar karena 
penuh dengan kebinasaan. 

Indikasi tampaknya Islam atau kekufuran adalah dengan pelaksanaan undang-undang di dalam 
wilayah tersebut. Jika undang-undang kufur yang tampak maka dar tersebut menjadi darul 
kufri. Inilah penyandaran yang benar. Sebab itu, bila suatu dar berubah menjadi darul Islam 
dengan indikasi ditampakannya hukum-hukum Islam. Suatu dar berubah menjadi darul kufri 
dengan indikasi ditampakannya hukum-hukum kafir di dalamnya. (Badaiul Shona'i 7/130,131) 

Ibnu Abidin Al-Muhaqiq Al-Hanafi Masyur memilih pendapat Abu Yusuf dan Muhammad, 

beliau berkata : Maksud perkataan Abu Yusuf "Darul Islam tidak tidak menjadi darul harbi 
dst..." yaitu; bila orang-orang kafir harbi menguasai dar kami atau penduduk-penduduknya 
telah murtad sebagaimana penduduk Mesir, serta meluasnya hukum-hukum kafir atau para 
ahlu didiimah telah membatalkan perjanjian kemudian berkuasa di dar mereka, maka dalam 
hal ini darul Islam tidak menjadi darul harbi kecuali dengan memenuhi tiga syarat (yaitu 
syarat-syarat yang telah disebutkan oleh Abu Hanifah rohimahulloh). 

Jadi Abu Yusuf dan Muhammad berpendapat darul Islam berubah menjadi darul kufri hanya 
dengan satu syarat saja; yaitu tegaknya hukum kafir. Ini qiyas dari beliau berdua. (Hasyiah 
Ibnu Abidin 4/174, 175) 

Dan jumhur ulama dan para imam berpendapat bahwa darul Islam menjadi darul kufri wal 
harbi dengan sebab berlakunya hukum-hukum kafir di dalamnya tanpa harus menyertakan 
syarat yang lain, dan perkataan ini telah diterangkan sebelumnya sebagaimana telah 
disebutkan bahwa manath hukum dari status dar adalah bentuk hukum yang berlaku di 
dalamnya, bukan dengan syarat-syarat selainnya. 

24 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Telah berkata Ibnu Hazm rohimahulloh: Bahwa status suatu dar disandarkan pada hukum yang 
diberlakukan didalamnya, bentuk pemerintahan yang berlaku dan presidennya. (Al-Muhalla , 
11/200) 

Berkata Asy-Syaukani rohimahulloh: Penjelasan perkataan Ibnu Hazm ini adalah; apabila 
aturan pemerintahan di wilayah milik kaum muslimin ketika orang-orang kafir yang hidup di 
dalamnya tidak bisa menampakkan kekafiran setelah kependudukan mereka diakui oleh 
pemerintah setempat maka wilayah ini disebut darul Islam. Tidak mengapa terlihatnya 
beberapa bentuk kekufuran yang tidak membahayakan kaum muslimin karena orang-orang 
kafir lemah tanpa kekuatan sebagaimana terjadi pada ahlu diimah Yahudi, nasrani dan mereka 
yang terikat perjanjian di banyak wilayah-wilayah Islam (pada saat itu -edt). Akan tetapi bila 
kondisinya terjadi sebaliknya, maka wilayah itu menjadi darul harbi. (As-Sailul Jiror, 4/575) 

Dan Syaikh Sulaiman bin Sahman rohimahulloh berkata dalam baitnya : 

Jika orang kafir menguasai darul Islam dan penduduk muslim berada dalam tekanan 

ia berlakukan di dalamnya hukum-hukum kafir secara terang-terangan dan ia tampakkan 

tanpa keraguan 

dengannya ia babat aturan Muhammad, dan dikebiri hukum-hukumnya 

maka itulah negara kafir menurut semua ulama figih dan sebagaimana yang dikatakan orang 

yang paham agama 

Namun status penduduknya tidak divonis kafir semua, betapa banyak di antara mereka yang 

beramal shalih. (Al-Muwalah wal Mu'adah Lil JuTud 2/522) 



Hukum Hijrah dari Darul Kufri 

Telah ditanya Syaikh Muhammad bin Ibrohim Alu Syaikh : "Apakah diwajibkan hijrah dari 
negeri muslimin yang ditegakkan hukum buatan manusia di dalamnya?" 

Maka dijawab oleh Syaikh rohimahulloh: Negeri yang berhukum dengan undang-undang 
buatan manusia maka bukan negeri Islam, wajib hijrah darinya. Begitu juga bila nampak 
penyembahan berhala tanpa ada pengingkaran dan tindakan hukum oleh pemerintah 
setempat, maka wajib hijrah karena telah tersebarnya kekafiran dengan jelas dan dar tersebut 
adalah darul kufri. (Fatwa dan Risalah Syaikh Muhammad bin Ibrohim 6/188) 



25 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



5. "Negara Islam" Bani Ubaid di Mesir, Studi Kasus 

Saya berkata : Pada hari dimana kelompok al-ubaidiyun berkuasa di daerah Maghrib sampai 
Mesir kemudian mereka menisbatkan pada Islam -bahkan menisbatkan pada ahli bait-, 
menampakkan syiar-syiar kekafiran, dan mengebiri sebagian dari hukum-hukum syar'l, maka 
para ulama ahli ilmu waktu itu sepakat akan kekafiran serta kemurtadannya dan mereka 
bersepakat bahwa daulah al-ubadiyun adalah darul kufri wal harbi. 

Telah berkata Adz-Dzahabi: Para ulama Maghrib bersepakat untuk memerangi Bani Ubaid 
tatkala merajalelanya kekafiran yang jelas secara luas. Dan sungguh aku telah menyaksikan di 
dalam perjalanan sejarah yang membuktikan bersepakatnya para ulama dalam masalah ini. 
(As-Sair 15/154, 156) 

Ar-Roiniy rohimahulloh berkata: Para ulama di Kairouan (sekarang masuk wilayah Tunisia - 
edt) yaitu Abu Muhammad bin Abi Zaid, Abu Al-Hasan AI-Qobisiy, Abu AI-Qosim bin Syiblun, 
Abu Aliy bin Kholidun, Abu Muhammad At-Thobiqiy dan Abu Bakr bin Adzroh telah 
bersepakat mengenai status Bani Ubaid, yaitu status mereka adalah murtad dan zindiq. 
Murtad karena mereka jelas-jelas menyelisihi syariat, kondisi ini tidak dapat dibantah 
berdasarkan Ijma. Dan mereka zindiq disebabkan mereka tidak mengakui penyelewengan 
mereka terhadap syariat, maka mereka diperangi karena kezindikannya. (Tartib Al-Madarik 
2/292) 

Dan telah dituturkan oleh AI-Qodhi lyadh rohimahulloh tentang memberontak dari daulah Al 
Ubaidah: Tidak ada perselisihan dari kalangan fuqoha yang masyur kecuali Abu Maisaroh 
karena kebutaannya. Namun beliau pada akhirnya turut menghunus senjata bersama 
penduduk di Kairouan mengikuti kesepakatan ulama untuk melakukan pemberontakan. 
(Tartib Al-Madarik 2/30) 

Dan telah dituturkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengenai dar Mesir pada hari itu: 
Telah tumbuh subur di Mesir beberapa perkara zindiq dan kebid'ahan selama 200 tahun yang 
memadamkan cahaya Islam dan iman sehingga para ulama berfatwa mengenai dar tersebut 
sebagai darul ridah, darun nifaq sama statusnya dengan c/ornya Musailamah Al-Kadzab. (Al- 
Fatawa 35/138, 139) 

Syeikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab rohimahulloh berkata: Seandainya kami 
membeberkan perkataan-perkataan ulama yang atas vonis kekafiran mereka yang tetap 
mengaku-aku masih Islam, tentu pembicaraan ini akan menjadi panjang. Intinya bahwa apa 
yang tampak dari kisah Bani Ubaid penguasa Mesir dan para pengikutnya dimana mereka 
mengaku sebagai keturunan ahli bait, mereka mendirikan sholat berjamaah dan shalat jum'at, 
memutuskan perkara hukum melalui mahkamah Islam dan mengeluarkan fatwa... Namun para 
ulama tetap sepakat atas kekafiran dan kemurtadan mereka serta berfatwa wajib memerangi 



26 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

mereka. Negara mereka adalah darul harbi yang wajib diperangi, sekalipun sebenarnya para 
penduduk membenci penguasa mereka. 4 (Risalah-Risalah Syakhsiyah: 220) 

Telah berkata Abu Syamah rohimahulloh: Telah disifatkan kondisi sebagian mereka dalam 
qashidah yang diberi nama Al-ldhoh An Dakwatil Qodah, qashidah awalnya berbunyi seperti 
ini: 

Kehidupan Mesir telah lepas dari kendalinya 
lalu mematikan kewajiban dan sunnah-sunnah 

Abu Syamah berkata kembali: Seandainya para sultan sepakat melaksanakan fatwa ini, 
mereka akan segera mengirim pasukan kavaleri menuju Mesir untuk menyerang kelompok al- 
bathiniyah yang dilaknat. Sesungguhnya mereka adalah sejelek-jelek musuh dalam dienul 
Islam. Mereka telah keluar dari derajat munafikin menjadi derajat mujahirin (menampakkan 
kenifakannya) dengan berani menampakkan kekufuran dan kerusakan dalam pemerintahan 
"Islam" mereka. Sehingga disepakati bahwa jihad melawan mereka jardhu ain. Jika tidak 
ditegakkan jihad atas mereka, kemudharatan yang ada lebih berbahaya dari pada 
kemudharatan yang ditimbulkan oleh orang-orang kafir. Keputusan ini berdasarkan pada 
penelitian yang mendalam akan bahaya dan kerusakan yang dibuat oleh mereka di muka 
bumi, wallahu muwafiq. (Ar-Raudhotain Fi Akhbari Daulatain 2/222) 



Maksudnya; walaupun penduduk Mesir muslim membenci penguasa dan rezim pemerintahnya, 
walaupun mereka tidak ridho terhadap pemerintahnya, dar mereka tetap disebut sebagai darul kufri 
wal harbi. Sikap kebencian penduduk pada rezim pemerintah tidak berkaitan dengan pembahasan 
hukum-hukum dar ini. 



27 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



6. Kesimpulan tentang Status Dar 



Dan telah jelas dari pembahasan yang telah lalu: bahwa suatu dar disebut darul kufri, maka ia 
bermakna pula darul harbi, kecuali bila ada perjanjian antara penduduknya dari golongan kafir 
dan muslim. Dengan kata lain; darul harbi yaitu setiap darul kufri yang tidak ada ikatan 
perjanjian damai antara kaum kufar dan kaum muslimin, dengan syarat perjanjian damai 
tersebut tidak tnerugikan kaum muslimin. 

Dan telah lewat penjelasan perkataan Ibnu Qudamah: Dan pendapat kami bahwa status darul 
kufri itu karena hukum kufur yang diterapkan. Jika ia menjadi darul kufri maka ia juga menjadi 
darul harbi kalau terpenuhi syarat-syaratnya. (Al-Mughni 9/24, 25) 

Berkata As-Sarkhosi rohimahulloh meriwayatkan Abu Yusuf dan Muhammad rohimahumalloh 
: Bila suatu penduduk di teritorial tertentu menampakkan perundang-undangan syirik di 
dalamnya, maka status wilayah tersebut menjadi darul harbi. Karena status sebuah dar 
ditentukan dari jenis undang-undang yang berlaku secara mayoritas dan jenis undang-undang 
mana yang paling kuat diterapkan. Jadi sebuah wilayah yang hukum syiriknya lebih dominan 
yang mengindikasikan kekuatan kaum musyrikin lebih besar, maka wilayah tersebut menjadi 
darul harbi. Begitu pula wilayah yang hukum Islam lebih dominan yang mengindikasikan kaum 
muslimin lebih kuat, maka wilayah tersebut adalah darul Islam. (AI-Mabsuth,10/114) 

Maka yang menjadi sebab hukum sebuah dar disebut darul harbi, yaitu nampaknya hukum- 
hukum kafir didalamnya bukan masalah serbuan penduduk kafir memerangi kaum muslimin. 
Maka setiap darul kufri adalah darul harbi kecuali bila disana ada perjanjian antara 
penduduknya dengan penduduk kaum muslimin. 

Telah berkata Al-Mardawi rohimahulloh : Setiap darul harbi ialah supremasi hukum-hukum 
kafir di dalam negeri tersebut. (AI-lnshof 3/121 dan nukilan lengkap terdapat di kitab Al-Furu' 
Ibnu Muflih 6/185) 

Ulama ahli fiqih seluruhnya tanpa adanya perselisihan menyebut darul kufri dengan darul 
harbi bahwa: penyebutan ini merupakan asal dari hubungan antara kaum muslimin dengan 
kaum kufar dimana saja. Dan yang penting dari penyebutan ini adalah untuk memerangi 
mereka supaya mereka tunduk patuh pada hukum Islam. Setiap inci bumi ini hanya milik Alloh 
subhanahu wa ta'ala saja bukan untuk orang kafir yang banyak berbuat dosa serta najis, dan 
Islam adalah d/e/i-nya Alloh yang mana Alloh tidak menerima dan tidak meridhoi dien lainnya. 
Maka tidak boleh bagi seluruh penduduk bumi ini kecuali mereka tunduk patuh kepada hukum 
Islam atau mereka tunduk dengan m em baya r jizyah. Inilah hukum Alloh bagi siapa saja yang 
menerimanya, barangsiapa menolak maka dia akan ditolak dan barang siapa menerima maka 
dia akan mendapat ridho-Nya dan barang siapa yang dimurkai oleh-Nya maka dia mendapat 
tempat didalam Jahanam dalam keadaan susah. 



28 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Semoga Alloh merahmati Ibnu As-Sam'ani tatkala ia berkata: sesungguhnya Islam 
menyebabkan kemuliaan sedangkan al-kufru menyebabkan kehinaan. (Fathul Bari, 12/262) 

Dan telah berkata Al-lmam Ibnu Al-Qayyim rohimahulloh: orang-orang kafir terbagi menjadi 
dua; kafir harbi dan kafir ahdi (terikat perjanjian). Kafir ahdi terbagi menjadi tiga : ahli 
dzimmah, ahli Hudnah, dan ahli aman. (Ahkamu Ahli Dzimmah 2/378) 

Maka setiap orang kafir yang bukan masuk ke dalam kelompok kafir ahdi berarti ia termasuk 
kafir harbi dan ini mesti. 



29 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



7. Dakwah Nabi kepada para Penguasa agar Tunduk pada Islam 

Nabi shollallohu alaihi wa sallam mendakwahi para raja-raja supaya masuk kedalam Islam dan 
tundukpada Islam. 

Dari Ibnu Abbas rohimahulloh bahwa Abu Sufyan memberitakan : Aku mengalami masa yang 
panjang antara diriku dengan Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. Kemudian beliau berkata 
lagi : Tatkala aku berada di Syam, datanglah utusan membawa surat dari Rosululloh 
shollallohu alaihi wa sallam untuk Hiraklius kaisar Romawi. Kemudian aku antarkan surat 
tersebut kepada penguasa Basrah yang kemudian mengantarkannya kepada Hiraklius... 

Kemudian dibacakanlah surat dari Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, isinya: Dengan 
nama Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang dari Muhammad utusan Alloh kepada 
Hiraklius kaisar Romawi. Keselamatan atas siapa yang mengikuti petunjuk. 

Amma ba'du : 

Sesungguhnya aku menyerumu dengan seruan kepada Islam, masuk Islamlah niscaya kamu 
akan selamat, Alloh akan memberimu pahala dua kali, namun bila berpaling bagimu dua 
urusan kejelekan, Alloh berfirman : 

4n i : jl^JT^ byAiJ> ul IjJl^I IjJjii IjJjj jU 6 aJJI g/s ^5 ISbjt L^ 

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak 
ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Alloh dan tidak kita 
persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian 
yang lain sebagai tuhan selain Alloh. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: 
"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Alloh)". (QS. Ali- 
Imran :64) (Al-Bukhori 4/1657, 1658, Muslim 3/1393-1396) 

Al-lmam Al-Bukhori menempatkan hadits ini dalam Bab : "Katakanlah, Wahai ahli Kitab 
marilah (berpegang) kepada suatu kalimat yang sama antara kami dan kalian untuk tidak 
beribadah kecuali kepada Alloh". Makna "kalimat yang sama" yaitu tujuan. 

Beliau juga menempatkan pada bab lainnya dengan judul : Bab Seruan Nabi shollallohu alaihi 
wasallam kepada Islam, kenabian dan tidak menjadikan sesama hamba sebagai arbab dari 
selain Alloh. Alloh berfirman: 

IjJj^jSCJj aJJ! jjS j* j iSl^ IjJjS^&J Jji: f Sj$l$ ii&lj OlSdl aJJI ^Jji 0\ jl^ 5l5"U 

30 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Alloh berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan 
kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah- 
penyembahku bukan penyembah Alloh. " Akan tetapi (dia berkata) : "Hendaklah kamu 
menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu 
tetap mempelajarinya. (Al-lmran:79) (Shohih Bukhori 3/1074) 

Sedang Imam Nawawi rohimahulloh menempatkannya dalam Bab Surat Nabi shallallahu 
alaihi wasalam kepada Hiraklius untuk di seru memasuki Islam . (H.R. Muslim 3/1393) 

Aku berkata : Hiraklius berkata menanggapi surat tersebut : Kekuasaannya akan terbentang 
hingga tanah dibawah telapak kakiku. (HR. Bukhori 4/1658 Muslim 3/1395) 

Dan dari Anas rohimahulloh bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam menulis surat kepada 
Kisra, Caesar dan Najasyi serta kepada setiap penguasa diserunya mereka kepada Alloh ta'ala, 
dan hanya Najasyi yang mau bersholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam. (Muslim 
3/1397) 

Imam Nawawi telah menempatkan hadits ini dengan judul Bab Surat Nabi shollallohu alaihi 
wa sallam kepada para raja kafir diseru kepada Alloh azza wajalla. 

Dari Ibnu Abbas semoga Alloh meridhoinya : Sesungguhnya Rosululloh shollallohu alaihi wa 
sallam mengirim surat kepada Kisra. Beliau memerintahkan kurir untuk menyerahkan kepada 
penguasa Bahrain untuk diteruskan kepada Kisra. Ketika surat itu dibacakan kepada Kisra, dia 
langsung membakarnya. Maka Nabi shollallohu alaihi wa sallam mendoakan agar kerajaan 
Kisra dilumatkan dengan selumat-lumatnya. (Bukhori 3/1074) 

Al-lmam Bukhori rohimahulloh menyebut tentang hadits ini : Bab Dakwah kepada yahudi, 
nasrani, dan kepada mereka yang diperangi olehnya serta surat beliau Nabi saw kepada 
Kisro, Caesar dalam rangka dakwah qobla qital (seruan sebelum diperangi). (Fathul Bari 

8/127-128) 

Dan hadits dari Al-Miswar bin Makromah : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam keluar 
menemui sahabat-sahabatnya lalu berkata : "Sesungguhnya Alloh telah mengutusku kepada 
manusia seluruhnya maka serulah mereka dan janganlah kalian menyelisihiku." Maka 
diutuslah Abdullah bin Hudzaifah kepada Raja Kisro, Salith bin Amru kepada Haudah bin Ali 
di Yamamah, 'Ula bin Al-Hadhramiy kepada Al-Mundzir bin Saawiy di Hanjar, Amru bin Ash 
kepada Jifar dan Ibad bin Al-Jildani di Amman, Wadahiyah kepada Kaisar, Syuja' bin Wahb 
kepada Ibnu Abi Syamr Al-Ghasaniy, Amru bin Amiyah kepada An-Najasyi. Maka mereka 
semuanya kembali menemui Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam sebelum beliau meninggal 
kecuali Amru bin Ash. (Fathul Bari 8/127, 128) 

Al-Hafidz Ibnu Hajar rohimahulloh berkata : Penulis kitab As-Sair menambahkan bahwa telah 
diutus Al-Muhajir bin Abi Amiyah bin Al-Harits bin Abdil Kilal dan Jariron kepada Dzul Kala', 
Saaib kepada Musailamah, Hatib bin Abi Balta'ah kepada Al-Muqauqis (Al-Fath 8/128) 



31 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



8. Ijma Ulama atas Wajibnya Memerangi Kafir Harbi 



Dan telah dinashkan oleh para fuqoha dengan kesepakatan yang wajib tujuan memerangi 
semua orang kafir dengan pembunuhan dan peperangan di negeri mereka. 

Para fuqoha telah sepakat atas wajibnya -bukan hanya boleh tapi wajib- menjumpai orang- 
orang kafir untuk memerangi dan menyerang negeri mereka jika tidak memadhorotkan kaum 
muslimin. 

Telah berkata Al-Kamal bin Al-Hamam rohimahulloh : Memerangi orang-orang kafiryang tidak 
mau tunduk pada Islam dari kelompok orang-orang musyrik Al-Arob atau yang tidak mau 
tunduk pada Islam dan membayar jizyah dari kelompok selain musyrik Arab adalah wajib 
sekalipun mereka tidak memulai peperangan, karena kewajiban memerangi orang-orang kafir 
tidak dikhususkan pada mereka yang memulai terlebih dahulu untuk memerangi kaum 
muslimin. (Syarh Fathul Qadir 5/441, lihat Bidayatul Mubtadi 114, Al-Hidayah 2/153) 

Berkata Ibnu Rusyd : Seluruh ulama sepakat bahwa semua orang musyrikin adalah kelompok 
yang harus diperangai dengan dalil firman Alloh: 

A\ <\r :ijZJi\h ...aJJ jjlil dj&j Sisi bj>5 V J>- |Ujijllj 

"Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan (sehingga) dien ini hanya untuk 
Alloh..."(Q..S. Al Baqoroh : 193) (Bidayatul Mujtahid 1/279) 

Dan berkata pula beliau : Orang-orang kafir itu diperangi karena dien mereka, supaya mereka 
mameluk Islam bukan atas dasar invansi dan ekspansi. Bersabda Rosululloh shallallahu alaihi 
wasalam: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau bersaksi bahwa 
tidak ada sembahan yang hak kecuali Alloh, maka jika mereka mengerjakannya, maka 
terjagalah dariku darah mereka dan harta-harta mereka kecuali hak dari Alloh dan 
perhitungannya ada di sisi Alloh." (AI-Muqoddimah Ibnu Rosyid) 

Dan telah berkata Ibnu Abdil Bar rohimahulloh: Bab Siapa saja yang diperangi dari kalangan 
kaum kafir sampai dia masuk kedalam Islam atau membayar \izyah dan hukum tentang 
memerangi mereka. 

Kemudian beliau berkata lagi: 

Senantiasa diperangi seluruh ahli kafir dari golongan ahli kitab dan selain mereka dari Al 
OJbthi, Al-Barok, Al-Habasyah, Al-Fazaariyah, As-Shoqolabah, Al-Barbar, Al-Majusi, dan 

seluruh orang-orang kafir dari bangsa arab dan ajam. Mereka diperangi sampai mereka masuk 
Islam atau membayar jizyah dalam keadaan tunduk. 



32 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Dan dikatakan : Jizyah tidak diterima kecuali dari golongaan ahli kitab dan majusi, sedang 
golongan kufar selain mereka tidak akan diterima dari mereka kecuali Islam atau dibunuh. 
Pendapat ini disampaikan oleh ulama Madinah, Hijaz, Irak, madzhabnya Ibnu Wahb, dan ini 
merupakan pendapat Syafi'i. 

Dan setiap orang-orang kafir yang menolak untuk masuk Islam, menolak membayar jizyah 
maka dia dibunuh. (Al Kaafi dalam Fiqh ahli madinah hal. 207-208) 

Telah berkata Imam Asy-Syaukani rohimahulloh: Bertempur melawan orang kafir, 
mengalahkan mereka dan membimbing mereka agar memeluk Islam, menyerah dengan 
membayar \izyah atau dibunuh bila menolak membayar \izyah adalah perkara yang darurat 
wajib diketahui oleh kaum muslimin. Dan inilah yang menjadi tujuan Alloh mengutus para 
rosu/-rosu/-Nya, diturunkannya kitab-kitabnya. Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam sejak 
diangkatnya beliau menjadi rosul hingga wafat senantiasa menjadikan urusan ini sebagai 
tujuan yang paling agung dan kesibukan yang paling penting. Sangat banyak dalil yang 
memerintahkannya sedangkan perintah untuk menahan, sabar dari serangan orang-orang 
kafir sudah dihapus dengan kewajiban memerangi mereka semua sampai mereka masuk 
Islam, membayar \izyah atau dibunuh ketika kaum muslimin mempunyai kemampuan, 
kekuasaan untuk memerangi mereka dan menjangkau wilayah mereka . (As-Sailul Jarar 4/519) 



Mendiskusikan Intensitas Operasi Jihad 

Akan tetapi di samping itu terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ahli fiqh seputar 
ditegakkanya kewajiban ini; menyerang orang-orang di dalam negeri mereka, apakah 
diwajibkan minimal satu kali dalam setahun atau lebih? Cukuplah Alloh sebagai sebaik-baik 
pelindung untuk memberikan kemenangan kepada kaum muslimin. 

Berkata Al-lmam Ibnu Qudamah Al Maqdisi rohimahulloh: Dan pendapat menyerang orang- 
orang kafir sekali dalam setahun; karena \izyah diwajibkan untuk dibayar oleh orang-orang 
kafir setahun sekali sebagai jaminan pembelaan bagi mereka dan ganti dari operasi jihad 
kepadanya. Maka diwajibkan jihad tiap setahun sekali kecuali ada udzur seperti keadaan kaum 
muslimin yang masih lemah dari segi jumlah dan kekuatan atau menunggu saat yang tepat 
untuk menyerang atau terputusnya jalan menuju negeri kafir atau sulitnya perjalanan karena 
tidak ada air atau kaum muslimin melihat penduduk darul kufri tertarik pada Islam sehingga 
serangan diakhirkan dengan harapan mereka masuk Islam dan kondisi-kondisi maslahat lain 
untuk meninggalkan serangan. (Al-Mughni 9/164) 

Dan perkataan An-Nawawi rohimahulloh: Jihad kadang merupakan kewajiban kifayah kadang 
juga merupakan kewajiban ain. Dan adapun pada hari ini terdapat dua bentuk : salah satunya 
bila dipastikan orang-orang kafir tidak keluar dari negeri-negeri mereka maka hukum 
memerangi mereka adalah kewajiban kifayah sehingga kewajiban kepada yang lain 
terbebaskan. 



33 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Kewajiban kifayah ini terbagi ke dalam dua keadaan: 

• Pertama: Bila Imam sudah mengirimkan sekelompok pasukan untuk memerangi 
orang-orang kafir dan pasukan tersebut mampu menghadapi musuh. 

• Kedua: bila Imam langsung memimpin serbuan ke darul kufri atau mewakilkan kepada 
panglimanya minimal sekali dalam setahun mengadakan serangan dan bila lebih itu 
lebih utama. 

Dan tidak diperbolehkan kosong dalam setahun tidak berperang atau mengambil jizyah kecuali 
bila ada madhorot seperti keadaan kaum muslimin pada waktu dalam keadaan lemah untuk 
menghadapi musuh yang berjumlah banyak dan dikhawatirkan bila memulai penyerangan 
akan menderita kerugian di kalangan kaum muslimin atau bila keadaan kaum muslimin 
tertimpa bencana kelaparan dan kehausan sehingga kewajiban ini ditangguhkan sampai 
bencana ini lenyap, atau menunggu bantuan penambahan pasukan Islam maka diperbolehkan 
untuk meninggalkan peperangan (sampai alasan di atas terpenuhi) maka ini nash yang 
dijelaskan oleh Asy-Syafi'i dan para pengikut madhabnya, semoga Alloh merahmatinya. 

Telah berkata Al-lmam : Pendapat yang aku pilih masalah ini adalah bahwa mereka 
mengatakan jihad adalah dakwah dengan kekuatan maka diwajibkan untuk menegakkan 
kewajiban jihad dengan segala kesempatan sampai semua orang masuk Islam atau tunduk 
menyerah pada Islam, tidak mesti terbatas setahun sekali. Tidak masalah jika serangan 
dilakukan lebih dari sekali dalam setahun. Apa yang diterangkan para ulama fiqih diatas 
berdasar atas kebiasaan yaitu persiapan pendanaan dan prajurit biasanya hanya bisa dilakukan 
setahun sekali. Serbuan dilaksanakan setelah iman berhasil menyiapkan pasukan tempur 
dengan segala perangkatnya, namun jika belum siap maka hendaknya mengerjakan yang 
prioritas dan paling mendesak. (Roudhotut Tholibin 10/208-209) 



Darul Kufri adalah Zona Halal 

Oleh karena itu, sudah menjadi keyakinan dan ijma dari seluruh kaum muslimin bahwa darul 
kufri adalah negeri yang halal bagi kaum muslimin untuk diambil harta dan darahnya. Jika 
kaum muslimin memasuki negerinya tanpa rasa aman menjalankan syariat maka mereka boleh 
mengucurkan darah orang kafir dan mengambil ghonimah harta mereka. 

Telah berkata Al-lmam Asy-Syafi'i rohimahulloh : Darul kufri adalah negeri mubah karena 
statusnya negeri syirik dan membunuh orang-orang musyrik hukumnya mubah (boleh) karena 
darah diharamkan dengan sebab keimanan baik orang beriman tersebut berada di dalam 
negeri harbi atau negeri Islam." (Al Umm 7/350) 

Telah berkata Imam Al-Jashos: Wilayah darul harbi adalah kekuasaan yang tidak sah sehingga 
negerinya adalah negeri mubah. Semua yang ada dalam negeri tersebut boleh diambil. 
(Ahkam Al Quran 4/76) 



34 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

Telah berkata Al Kamal bin Al-Hammam rohimahulloh: Bahwa negeri harbi adalah negeri 
mubah, sehingga tidak ada perlindungan bagi mereka". (Syarah Fathur Qodir 6/25 dan contoh 
semisalnya dalam juz 2/239, 6/21) 

Telah berkata Asy-Syaukani rohimahulloh: Dan tidak samar lagi bahwa darul harbi adalah 
negeri mubah yang boleh dikuasai tiap-tiap perbendaharaan yang dimiliki olehnya 
sebagaimana penjelasannya yang akan saya terangkan kemudian, baik dengan cara mengambil 
secara paksa atau penipuan tanpa membedakan antara bangsawan atau rakyat, jenis harta, 
jenis kelamin dan usia. (Sailul Jaror 4/53) 

Hukum Diyat atas Muslim yang Terbunuh di Darul Kujri 

Karena keadaan darul harbi adalah negeri yang halal yakni hukum asal yang diyakini oleh 
seluruh kaum muslimin, lalu muncul permasalah baru yang diperselisihkan mengenai seorang 
muslim yang terbunuh di darul kufri wal harbi setelah diserang oleh pasukan Islam karena 
dianggap kafir apakah diwajibkan bagi yang membunuhnya (dalam keadaan tidak tahu yang 
dibunuhnya ternyata muslim) membayar diyat (tebusan) atau tidak? 

Pembahasan ini ada dua pendapat : Tidak ada diyat dan wajib diyat. 

• Pendapat pertama: Telah berkata dalam kitab Al-Mughni Al-lmam Ibnu Al-Qudamah; 
Tidak ada hukum qishosh baginya karena adanya udiur dhahir, bagitu juga tidak ada 
diyat baginya karena dia terputus dari keharaman dengan sebab orang muslim yang 
dia bunuh berada di darul harbi yang merupakan negeri mubah, sama saja telah 
diketahui dia muslim atau tidak, diketahui orangnya atau tidak. 

• Pendapat kedua : Diwajikan membayar diyat namun didalamnya ada keraguan. 
(Mughni Al-Muhtaj 3/13, Jawasyi Asy-Syarwani 8/395) 



35 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



9. Berlaku Hingga Kiamat 



.5 



Aku tegaskan : Hukum ini adalah hukum yang terus menerus berlaku sebagaimana yang 
dijelaskan oleh Rosululloh shallallahu alaihi wasalam akan keberlangsungan jihad dengan 
segala kebaikan sampai hari kiamat. "Pada ubun-ubun kuda itu tertambat segala kebaikan 
sampai hari kiamat, yaitu pahala dan ghanimah" .(HR. Bukhori 3/1048, Muslim 3/1048 hadist 
dari Urwah bin Ja'ad dari Ibnu Umar dan Anas dan selainnya) 

Dan (dikuatkan) dengan berita turunnya Isa bin Maryam 'alaihissalam (lihat Bukhari 2/774, 
875, Muslim 1/135) yaitu dikuatkan dengan hadits sebelumnya karena berita turunnya Isa 
' alaihissalam sebagai pertanda hari kiamat. (Tafsir Al-Qurtubhi 2/350) 



Selesai bagian pertama dengan memuji Alloh. 



Sampai dakwah tersebar. Kalimat hukum ini adalah hukum yang terus-menerus berlaku sampai 
dakwah tersebar, kalimat tauhid tersebar merata, dan jihad memerangi orang-orang kafir terus berlaku 
hingga hari kiamat. 



36 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Notasi Editor 



Ketika kita berbicara tentang negara dalam fiqih Islam, maka kita harus keluar dari kerangka 
pandang kotak-kotak geografis negara yang diatur oleh kesepakatan Sykes-Picot pasca 
runtuhnya kedigdayaan Kekhilafahan Utsmani pada abad 18 dan kesepakatan-kesepakatan 
batil peta demarkasi PBB lainnya. 

Sebab itu, kami menterjemahkan kata dar dengan wilayah, teritorial, zona, daerah, kawasan, 
negeri, negara, kerajaan, kesultanan, provinsi, kabupaten, ranah, rayon, distrik atau tetap 
mempertahankan istilah dar. 

Sehingga menurut kesimpulan Asy-Syahid Abu Abdulloh Al-Muhajir rohimahulloh; dikatakan 
darul Islam, apabila sebuah wilayah, teritorial, zona, daerah, kawasan, negeri, negara, 
kerajaan, kesultanan, provinsi, kabupaten, ranah, rayon atau distrik menerapkan undang- 
undang Islam di dalamnya dan dikatakan darul kufri wal harbi jika hukum kafir yang 
diterapkan. 

Contoh, ketika mujahidin Yaman menerapkan hukum-hukum Islam di Abyan, Aden, Shabwa, 
Zinjibar, Waqar atau provinsi lainnya maka wilayah tersebut otomatis berubah menjadi darul 
Islam. Sedangkan provinsi-provinsi yang masih menjalankan undang-undang buatan manusia 
maka disebut darul kufri wal harbi. Artinya, provinsi San'a hingga masuk ke wilayah peta 
kerajaan Saudi dan seterusnya sampai NKRI yang masih menerapkan hukum kafir, disebut 
darul kufri wal harbi yang mubah. 

Syeikh Abdulloh Azzam rohimahulloh berkata: Sesungguhnya kita memikirkan Islam dengan 
pemikiran terkotak-kotak, pandangan kita tidak menembus batas-batas geografi yang telah 
digariskan dalam perjanjian Sykes-Picot, atau yang di gambar oleh si Inggris Jhon Anton atau 
Perancis. (Ad-Difa' 'An Arodlil Muslimin) 

Syeikh Abu Bakar Najy hafidhohulloh mengatakan: Ketika kekhilafahan jatuh, terjadilah 
kebuasan dan kekejaman dipelbagai wilayah yang kemudian menjadi stabil setelah perjanjian 
Sykes-Picot yang membagi wilayah-wilayah bekas daulah Islamiyah dan proses dekolonisasi 
sehingga wilayah-wilayah bekas daulah menjadi sebuah negara kecil yang dipimpin oleh 
pemerintahan militer atau pemerintahan sipil yang dibeking oleh militer. (Idaratu Tawahish) 

Untuk lebih memperjelas, kami akan contohkan batas-batas geografis Negara Indonesia yang 
berkali-kali berubah, melebar dan mengecil mengikuti kebijakan PBB. Ternyata batas-batas ini 
tidak kekal namun tunduk pada aturan main salibis internasional! Dan dalam sejarahnya, nama 
Indonesia sebenarnya sendiri baru diperkenalkan pada masa perang salib kolonial di tahun 
1850. 

Dulu sekali, ketika Indonesia dan Asia timur masih berwujud banyak dar (kerajaan), bangsa 
Tionghoa menamakannya sebagai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Bangsa India 



37 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

menyebutnya dengan Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang). Bangsa Arab menyebut 
Indonesia bagian barat dan sebagian Malaysia dengan Jazair Al-Jawi dan bangsa Belanda 
menamakannya dengan dar Nederlandsch-lndie (Hindia-Belanda) setelah berhasil 
mentaklukkan dar-dar di wilayah ini. 

Wilayah Indonesia pertama kali yang diakui oleh hukum kafir internasional yaitu masa 
pemerintah Hindia Belanda mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale 
Zeeĕn en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939). Dalam peraturan zaman Hindia 
Belanda ini, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap 
pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai. Ini berarti laut yang 
memisahkan pulau-pulau tersebut adalah zona bebas tidak masuk wilayah Indonesia. 

Papua sebelumnya dikuasai oleh tiga negara, Belanda, Inggris dan Jerman. Kemudian melalui 
Trustee PBB, wilayah yang dikuassai Inggris dan Jerman diserahkan administrasinya kepada 
Australia, berdirilah negara Papua New Guine. Sedangkan bagian barat Pulau Papua -yang 
oleh bangsa Eropa lebih dikenal dengan nama West Papua- dikuasai oleh Belanda dan diberi 
nama Netherland New Guinea. 

Penentuan tapal batas ketiga wilayah kekuasaan itu (antara wilayah Belanda, Jerman dan 
Inggris di Pulau Papua) dikuatkan melalui Deklarasi Raja Prusia tanggal, 22 Mei 1885. Dengan 
deklarasi ini dan juga karena tidak ada klaim dari pihak lain maka status Papua bagian barat 
sah sebagai milik Belanda dan tidak perlu menunggu pengakuan dari siapapun, menurut 
hukum salib Internasional. 

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Hindia Belanda memproklamasikan kemerdekaannya menjadi 
Negara Indonesia (dekolonisasi). Belanda mengangkat wukalanya (boneka) untuk terus 
memerangi syariat Islam. Pemerintah wukala Indonesia pun menuntut semua wilayah bekas 
Hindia Belanda sebagai wilayah KEDAULATAN-nya. Artinya, secara de jure, (dengan mengacu 
pada azas Uti Possedetis Juris tesebut) sejak 17 Agustus 1945 wilayah bagian barat Pulau 
Papua (West Papua atau Nederland Nieuw Guinea) resmi menjadi satu kesatuan yang tak 
terpisahkan dengan wilayah Negara Indonesia. Namun ternyata Belanda dan PBB baru 
mengakui Papua Barat masuk sebagai wilayah Indonesia pada tahun 1962, 17 tahun setelah 
Indonesia "merdeka". 

Deklarasi Djuanda pada tahun 1957 menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip 
negara kepulauan (archipelagic state), sehingga laut-laut antar pulau pun merupakan wilayah 
Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas. Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan 
menjadi UU tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik 
Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km 2 menjadi 5.193.250 km 2 dengan 
pengecualian Irian Jaya (Papua) yang walaupun diklaim wilayah Indonesia tapi waktu itu 
belum diakui secara internasional. 

PBB kemudian menerima dan menetapkan batas-batas wilayah Indonesia sesuai deklarasi 
Djuanda pada tahun 1982 dalam Konvensi Hukum Laut PBB ke 3 (United Nations Convention 
On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Luas wilayah Indonesia semakin lebar. Dari sini 



38 | J a h i z u n a 



Bagian 1 

. » 

terkuak, bila wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai 
Merauke berikut kepulauan dan perairannya yang disebut dengan doktrin wawasan 
nusantara ternyata baru diakui oleh PBB tahun 1982. Bukang main! 

Pada tahun 2002, PBB menentukan kepulauan Sigitan dan Sipadan masuk wilayah Malaysia 
bukan lagi wilayah Indonesia. Sebelumnya pada tahun 1999, PBB menyatakan propinsi Timor 
Timur bukan termasuk wilayah Indonesia, tetapi menjadi negara sendiri "yang berdaulat" 
bernama Timor Leste. Kini wilayah Indonesia mengecil sedikit. 

Sekalipun di Indonesia pernah tegak negara Islam di sekitar Jawa Barat, Aceh dan Sulawesi 
Selatan yang berpisah dari Indonesia, namun konvensi PBB tidak pernah mengakui kedaulatan 
dan batas-batas wilayah negara tersebut. 

Jadi kami (editor) ingin menegaskan, bahwa ketika kita mengkaji tentang hukum-hukum dar, 
kita harus keluar dari peta ambang batas wilayah batil yang ditetapkan oleh aimatul kufar 
PBB. Kita harus keluar dari kotak-kotak perjuangan lokal batas negara yang ditetapkan oleh 
mereka. 

Maknanya, bila Kecamatan Poso Kota, Poso Pesisir, dan kabupaten Tojo Una-una tegak 
syariat Islam yang melengserkan hukum-hukum thaghut, maka teritorial tersebut adalah darul 
Islam. Apapun namanya, entah menggunakan nama negara / daulah Islam Poso, Imarah 
Islamiyah Pamona Raya, Kerajaan / Kesultanan Islam Sintuvu Maroso atau bahkan mungkin 
Negara Islam Indonesia sekalipun batas-batas wilayah tersebut tidak diakui PBB (dan tidak 
akan pernah). Sedang wilayah di luar itu yang masih menerapkan hukum kufar dan tidak ada 
ikatan perjanjian, statusnya tetap menjadi darul kufri wal harbi. 

Wallahu'alam. 



39 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Pendalaman, Pembanding dan Pengarah 

Karena kritisnya persoalan dar ini yang berimplikasi pada status halal atau haram darah dan 
harta seseorang, kami memberikan beberapa referensi untuk pendalaman studi, referensi 
pembanding yang tidak sepakat dengan penulis seluruh atau sebagiannya dan maroji nasehat 
dan pengarahan dari para ulama At-Tauhid wal Jihad. Allah memberkahi semua yang baik. 

Referensi Pendalaman 



Judul 


Penulis 


Link 


Ket 


Syarat Sebuah 


Ust. AbuHatafSaifur 


http://iahizuna.com/ 


Pembahasan 


Negara Dikatakan 


Rosul semoga Allah 


node/762 


sangat lengkap 


Sebagai Negara 


menyegerakan 




dan detail. 


Islam 


pembebasannya 




Namun 
sepertinya 
penulis terjebak 
pada demarkasi 
negara yang 
ditentukan oleh 
Skyes-Picot dan 
PBB-wallahu 
alam-. 


Fatwa Hukum Asal 


Al Lajnah Asy Syar'iyyah 


http://jahizuna.com/ 




Darah Dan Harta 


Fil Minbar At-Tauhid wal 


node/706 




Orang Kafir Asli 


Jihad semoga Allah 
menjaga mereka semua 






Hukum Mengambil 


Syeikh Asy-Syahid Anwar 


http://jahizuna.com/ 




Harta Orang Kafir Di 


Al-Amriki semoga Allah 


node/707 




Darul Harbi 


menyanyanginya 






Fiqih Harta Fa'i dan 


Syeikh Abu Mus'ab As- 


http://jahizuna.com/ 




Ghonimah 


Suri semoga Allah 
menjaganya 


node/356 




Al-Jihad wal Ijtihad 


Syeikh Abu Qotadah Al- 


Terjemahan (tidak 


Beliau 


Ta'amulat Fil 


Falestini semoga Allah 


lengkap) 


memberikan ciri 






http://jahizuna.com/ 


utama thaifah 



40 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Manhaj 


menjaganya 


node/462 


manshuroh 
yaitu; al-jihad 
dan 

melaksanakan 
fai. 


Tadzkiroh Untuk 


Ust. Abu Tholut semoga 


http://jahizuna.com/ 




Akhi Abdurrochim 


Allah menyegerakan 


node/117 




Ba'asyir Dan Yang 


pembebasannya 






Sependapat 








Dengannya Tentang 








Fa'i Di Indonesia 








Pembagian Negara 


Syeikh Abdul Qodir 


http://jahizuna.com/ 




Dan Penduduk 


Abdul Aziz semoga Allah 


node/430 




Dunia Dalam Islam 


mentabahkannya 






Indonesiaku Sayang 


Usyaqul Hur dkk 


http://jahizuna.com/ 




Indonesiaku Malang 


rahimahumullah wa 
hafidhohumullah 


node/280 




Orang Kafir Kawan 


MA 2 rahimahumullah wa 


http://jahizuna.com/ 




Atau Lawan, sebuah 


hafidhohumullah 


node/222 




renungan hukum 








syari terhadap kasus 








bom Bali 








Menabur Jihad 


Ust. Sulaiman Ibnu Walid 


http://jahizuna.com/ 




Menuai Teror Apa 


Damanhuri hafidhohullah 


node/252 




dan Mengapa Bom 








Kuta, Marriot, 








Kuningan dan 








Jimbaran 








Keberlepasan Kaum 


Syeikh Abu Muhammad 


http://jahizuna.com/ 




Muwahidin Dari 


Al-Maqdisi hafidhohulloh 


node/427 




Perjanjian Damai 








Para Thaghut Dan 








Jaminan Keamanan 








Mereka Untuk Kafir 








Muharib 








Seri Materi Tauhid 


Ust. Abu Sulaiman Aman 


http://jahizuna.com/ 






Abdurrahman 


node/367 






hafidhohulloh 







41 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Koreksi Menyikapi 


Ust. Ali Ghufron semoga 


http://iahizuna.com/ 


Baca Bab 


Kejahatan Penguasa 


Allah menyanyanginya 


node/227 


Ahkamud Diyar 


dalam Majalah Asy 








Syareah 








Bantahan Terhadap 


Ust. Imam Samudera 


http://jahizuna.com/ 


Baca Pasal 2. 


Tulisan Abu Hamza 


semoga Allah 


node/195 


Mengenai 


Yusuf Al-Atsari Yang 


menyanyanginya 




konsep 


Berjudul Teror 






keseimbangan 


Berkedok Jihad 






dalam perang 
menurut Islam 


Detinisi Daarul Islam 


http://abuqitall.wordpr 


http://abuqitall.wor 




dan Daarul Kufri 


ess.com 


dpress.com/2009/09 
/07/definisi-daarul- 
islam-dan-daarul- 
kufri/ 




Darul Islam Vs Darul 


Octavianti hafidhohalloh 


http://whitenetral.rn 




Harbi 




ultiplv.eom/iournal/i 
tem/63/Darul Islam 
Vs Darul Harbi 




Trilogi Kebangkitan 


Abu Jaisy al Ghareeb 


http://jaisyulghareeb 




Jihad di Indonesia 


hafidhohulloh 


.wordpress.com 




Ya... Mereka 


Ust. Abu Sulaiman Aman 


http://iahizuna.com/ 




MemangThaghut! 


Abdurrahman 

hafidhohulloh 


node/672 





Referensi Pembanding 



Judul 


Penulis 


Link 


Ket 


Antara Harta 


Muh.Afif al Huda 


http://an- 


Fai di negeri aman hukumnya 


Rampokan dan 


hafidhohulloh 


nuur.org/2011/04/ 


haram dan masuk 


Fa'i 




antara-harta- 
rampokan-dan-fai/ 


perampokan (qithou thoriq). 
Sayangnya tidakada 
pendefinisian yang jelas 
tentang negeri aman dan tidak 
ada kriteria yang tegas 
tentang status negara seperti 
Indonesia. Sangat menarik 



42 | J a h i z u n a 



Bagian 1 









dikaji karena beliau sebagai 
mahasiswa sebuah institut 
Islam yang banyak berinteraksi 
ilmu dengan tokoh-tokoh 
harakah jihad. 


INIBukanNII 


Ust. Habib 
Muhammad 
Rizieq Syihab 

hafidhohulloh 


http://fpi.or.id/ind 

ex.php?p=detail&ni 

d=430 


Ditegaskan pula oleh Ust. Awit 

dari FPI 

http://arrahmah.com/read/20 

ll/06/08/13211-fpi- 

indonesia-sudah-negara-islam- 

tetapi-belum-kaffah.html 


Statemen JAT 
27 Syawwal 
1431/ 6 
Oktober 2010 


JAT 


http://www.voa- 

islam.com/news/cit 

izens- 

jurnalism/2010/10/ 

06/10654/iat- 

bantah-fitnah-di- 

tvone-soal- 

khawarij- 

pengafiran-dan-fai/ 


Point 4. JAT memandang 
konsep Fa'i hanya berlaku di 
wilayah Perang dan Indonesia 
bukanlah wilayah Perang 
secara phisik. Indonesia 
adalah wilayah dakwah maka 
yang harus dilakukan adalah 
adu argumentasi / hujjah 
'perang', nilai dan pemikiran. 


Jlj^i J^Klml ^Sa 
Jkj £y)l £)&jJlu»l\ 


Syeikh Abu 
Bashir At- 
Thorthusi 

hafidhohulloh 


http://www.alta rto 
si.com/book/bookO 
3/index.html 


Pembahasan sangat panjang 
termasuk kajian tentang visa. 


Dialog bersama 
ABB: Stigma 
Teroris kepada 
Ummat Islam 


Ust. Abu Bakar 
Ba'asyir 

hafidhohulloh 


http://jahizuna.co 
m/node/659 


Audio 


Hukum Seputar 
Fa'i 


HizbutTahrir 


http://hizbut- 
tahrir.or.id/2010/1 
0/28/hukum- 
seputar-fai/ 


Fa'l hanya berlaku ketika 
khilafah tegak. 



43 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



Rincian Dan Nasehat Berkaitan Muamalah Dengan Orang Kanr Dan Fai 



Judul 


Penulis 


Link 


Ket 


Hukum Mencuri 


Syeikh Abu 


http://millahibrahim.wordpress. 




Harta Bank 
MilikOrang- 
Orang Kafir 
Dengan Cara 


Muhammad Al- 
Maqdisi 

hafidhohulloh 


com/2011/12/08/hukum- 
menipu-bank/ 




Menipu dan 








Khianat 








Hukum Mencuri 


Syeikh Abu 


http://millahibrahim.wordpress. 




Saat Bertamu 


Muhammad Al- 


com/2011/12/15/hukum- 




Ke Kerabat Kafir 


Maqdisi 


mencuri-saat-bertamu-ke- 






hafidhohulloh 


kerabat-kafir/ 




Cuplikan Dari 


Syeikh Abu 


http://millahibrahim.wordpress. 




Nasehat Al 
Maqdisiy 
Kepada Ikhwan 
Muwahhidin Di 


Muhammad Al- 
Maqdisi 

hafidhohulloh 


com/2011/12/15/berinteraksi- 
dengan-orang-kafir/ 




Belgia 








Pertanyaan 


Syeikh Abu 


http://millahibrahim.wordpress. 




Tentang Hukum 
Bekerja Pada 
Orang Syi'ah 
Untuk Mencuri 


Muhammad Al- 
Maqdisi 

hafidhohulloh 


com/2011/12/15/bekeria-pada- 

orang-syiah-untuk-mencuri- 

hartanya/ 




Sesuatu Dari 








Hartanya 








Hukum 


Syeikh Abu 


http://millahibrahim.wordpress. 




Mengambil 
Upah Kerjaan 
Tambahan Dari 
Pemerintah 
Tanpa 
Melakukan 


Muhammad Al- 
Maqdisi 

hafidhohulloh 


com/2011/12/17/mengambil- 
upah-tambahan-dari- 
pemerintah-tanpa- 
mengerjakannya/ 




Kerjaan itu 








J5L_1_1 ^__ 

4jSj>«S|I JJU-ull 

AjJj;^_-)j 


Lajnah Syar'iyah 
Mimbar At- 


http://www.tawhed.ws/FAQ/di 
splay question?qid=2750 


Hukum 

penghalalan harta 
milik Amerika dan 



44 | J a h i z u n a 



Bagian 1 



UaUlb 4Jl__Vlj 


tauhid wal Jihad 




Yahudi serta 
hukum kerjasama 
dengan Mafia 


Merenungi 
Sejenak 

Terhadap Hasil- 
Hasil Jihad 


Syeikh Abu 
Muhammad Al- 
Maqdisi 

hafidhohulloh 


http://jahizuna.com/node/133 





Barokah Alloh mentelaah dengan niat baik! 




Maktabah Jahizuna 



45 | J a h i z u n a